Teori-teori tentang mukjizat Al-Quran
Sebuah studi tentang teori-teori utama, dampak realitas intelektual terhadap teori-teori tersebut, dan masa depan studi tentang mukjizat
Tentang buku ini:
Berdasarkan kaidah proporsionalitas dan tidak adanya perbedaan sebagaimana disebutkan dalam firman Allah: “Seandainya (Al-Quran) itu datangnya dari selain Allah, niscaya mereka akan menemukan pertentangan yang banyak di dalamnya.” Maka, buku ini mencoba untuk:
- Studi tentang mukjizat Al-Qur’an dalam berbagai aspeknya.
- Melihat mukjizat Al-Qur’an secara komprehensif tanpa memisahkan satu sisi dari sisi mukjizat yang lain.
- Mempelajari mukjizat Al-Qur’an itu sendiri - melalui kenyataan bahwa Al-Qur’an diikuti dan dianggap sebagai kekurangannya - tanpa berusaha memaksakan makna atau standar artistik eksternal.
- Mempelajari berbagai teori mukjizat Al-Qur’an (teori morfologi, teori retorika, teori organisasi, dan mukjizat ilmiah); Mengandalkan apa yang sesuai dengan kaidah ini dan lebih sesuai dengan Al-Qur’an serta lebih erat kaitannya dengan sistem, struktur dan konteksnya di satu sisi; Mengesampingkan faktor-faktor situasional yang timbul dalam teori-teori tersebut, yang disebabkan oleh sifat era yang berbeda dan konflik-konflik verbal dan intelektual di dalamnya, di sisi lain.
- Berdasarkan aturan ini - dan apa yang menjadi dasar warisan agung kita - buku ini mencoba mengembangkan studi terkait mukjizat retorika, mukjizat ilmiah, dan mukjizat fonetik, dengan melihat prospek masa depan dari studi-studi ini.
Ditulis oleh: Prof. Dr. Jamaluddin bin Abdulaziz Al-Sharif
Profesor Ilmu Tafsir dan Al-Qur’an di Universitas Taibah dan Universitas Gezira
✨ Edisi No. (83)
📚 Satu volume, 888 halaman
Ukuran buku: 17 x 24 cm
Edisi Pertama
Tahun terbit: 1446 H - 2025 M